Manajemen Inti

Yayasan DAKSAOrganisasi Yayasan Daya Akselerasi Aditama (Yayasan DAKSA) terdiri dari Pembina,  Pengawas, Pengurus, Pengurus Harian dan Relawan. Seluruh personil yang terlibat merupakan gabungan dari para penyandang disabilitas/difabel, pemerhati masalah disabilitas serta masyarakat umum non-disabilitas yang memiliki kepedulian terhadap sesama.

Tim Manajemen Inti Yayasan DAKSA:

Personil pengelolaan Yayasan DAKSA terdiri dari para penyandang disabilitas dan non-disabilitas yang saling mendukung.

Pembina

Dra. Hastuti Martiana
Pendamping penyandang disabilitas yang merupakan lulusan Sastra Jerman ini dilahirkan pada 6 Maret 1966. Ia juga seorang yang hidup dengan Systemic Lupus Erythrematosus (SLE) yang kini juga menjadi pemerhati di bidang disabilitas.

M. Ardani Harahap, ST., MBA.
Lulusan Master of Business Administration Institut Teknologi Bandung (MBA ITB) yang dilahirkan pada 29 Maret 1981 ini merupakan seorang pendamping penyandang disabilitas. Kompetensinya dalam bidang Manajemen Operasi menjadi sebuah kekuatan Yayasan DAKSA untuk membangun sebuah organisasi berbasis social enterprise yang profesional.

Pengawas

Iskandarsyah
Seorang trainer dan praktisi masalah disabilitas yang juga seorang tunanetra ini dilahirkan pada 14 Desember 1970. Ia mengalami kehilangan penglihatan pada usia remaja dan kini telah menjadi seorang motivator bagi kalangan penyandang disabilitas lain dan masyarakat umum.

Uus Suyudi
Wirausahawan yang telah lama menggeluti berbagai bidang bidang usaha ini memiliki komitmen dalam pengembangan bidang usaha yang dapat menjadi sumber penghasilan utama dari sebuah organisasi sosial.

Valeri Erawan
Pemerhati dan pendamping para penyandang disabilitas dan orang dengan lupus yang juga seorang dosen dan pengusaha.

Pengurus Inti

Eri Karyana, S.Psi. (Ketua Umum)
Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran yang dilahirkan pada 12 Desember 1980 ini mengalami transformasi hebat manakala ia didiagnosis penyakit Systemic Lupus Erythrematosus (SLE) yang biasa dikenal dengan lupus pada usianya yang ke-25 tahun. Lupus telah merusak beberapa organ tubuhnya hingga pada tahun 2006 membuatnya menjadi seorang tunanetra. Praktisi di bidang Psikologi dan Manajemen Industri dan Organisasi ini memiliki visi untuk membangun Yayasan DAKSA menjadi center of excellence dari lembaga penyandang disabilitas di Indonesia.

Farini Rosemarie, SP. (Ketua I)
Penyandang tunanetra yang merupakan seorang Guru dan wirausahawati ini adalah lulusan Sarjana Pertanian Universitas Winaya Mukti. Dedikasi dan perhatiannya terhadap hak penyandang disabilitas membuatnya seringkali mengikuti pelatihan dalam bidang CRPD.

Idan Sahridan (Sekretaris)
Merupakan pendamping dan relawan yang bekerja sebagai staff di sebuah Perguruan Tinggi Swasta di kota Bandung.

Nina Ristiani, A.Md. (Bendahara)
Lulusan Diploma III Akuntansi Universitas Padjadjaran ini merupakan praktisi di bidang administrasi perusahaan dan akuntansi. Ia merupakan pendamping dari penyandang disabilitas yang telah lama terjun dalam upaya pendirian Yayasan DAKSA.

Perwakilan Yayasan DAKSA di Kota Lain

Yayasan DAKSA mengangkat perwakilan Yayasan di kota lain sesuai kebutuhan atau permintaan dari kota tersebut melalui Keputusan Ketua Umum yang disetujui oleh Pembina. Perwakilan Yayasan DAKSA di kota lain tunduk dan patuh terhadap segala ketentuan dari Pengurus Pusat Yayasan DAKSA.

Pengajuan untuk menjadi perwakilan Yayasan DAKSA di kota lain dapat diajukan oleh tim yang melibatkan penyandang disabilitas kepada Manajemen Yayasan DAKSA melalui email management@daksa.or.id.