Blog

Donor Darah Selagi Berpuasa, Kenapa Tidak?

Donor Darah DifabelTak bosan kami selalu mengungkapkan bahwa donor darah adalah salah satu wujud nyata dari kesetaraan dalam kehidupan manusia. Semua orang yang memenuhi persyaratan untuk menjadi pendonor darah dapat turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, tanpa melihat jenis kelamin, suku, kondisi fisik yang terkait disabilitas, dsb. Tidak ada satupun persyaratan yang ada dalam donor darah yang berlandaskan pada sisi diskriminasi, syarat yang ada lebih ke sisi medis untuk keselamatan pendonor maupun calon penerima donor.

Tak sedikit penyandang disabilitas yang turut berpartisipasi secara aktif dan sukarela dalam kegiatan donor darah, hal ini membuktikan bahwa “keterbatasan” mereka tak membatasi mereka untuk berbagi terhadap sesama dan menolong orang lain tanpa pamrih.

Kebutuhan darah merupakan kebutuhan yang tak mengenal waktu dan seringkali merupakan kebutuhan yang darurat dan harus segera dipenuhi. Itulah yang membuat persediaan darah harus selalu tersedia agar kebutuhan darah dapat segera diatasi.

Namun ada kalanya di mana jumlah persediaan darah menipis, salah satunya adalah ketika bulan puasa dan beberapa hari setelah Hari Raya Idul Fitri. Selain karena berkurangnya minat pendonor untuk melakukan aksi donor darah di saat berpuasam juga karena kebutuhan darah menjelang dan setelah Hari Raya cenderung meningkat baik karena meningkatnya jumlah kecelakaan lalu lintas akibat arus mudik dan arus balik.

Menurut data dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung, jumlah pendonor di bulan puasa biasanya turun hingga lebih dari 50 persen dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya.

Donor Darah Saat Puasa

Secara medis, donor darah saat puasa tidaklah membahayakan, selama persyaratan umum dipenuhi pendonor.

Berikut adalah beberapa tips donor darah saat berpuasa:

  1. Anda disarankan melakukan donor darah pada sore hari menjelang waktu berbuka atau setelah makan berbuka. Jika Anda mau, donor darah juga dapat dilakukan pada saat waktu malam hingga sahur. Beberapa Unit Donor Darah PMI melayani kegiatan donor darah selama 24 jam saat bulan Ramadhan untuk mengantisipasi kekurangan persediaan darah.
  2. Cukup makan sahur dan berbuka. Kecukupan asupan makanan dinilai penting mengingat makanan sangat mempengaruhi energi pendonor sehingga tidak mudah lemas atau pusing setelah mendonorkan darah. Calon pendonor harus makan makanan bergizi yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang cukup di waktu sahur dan berbuka beberapa hari sebelum akan mendonor. Sementara jumlahnya, tergantung kebutuhan masing-masing individu.
  3. Cukup tidur dan istirahat.  Umumnya berpuasa membuat jadwal tidur mengalami perubahan karena kegiatan sahur ataupun ibadah malam. Namun tidur merupakan kebutuhan penting untuk proses pembentukan sel-sel darah. Maka orang yang mau mendonor, kata Salimar, minimal harus tidur tiga jam di malam sebelumnya. “Maka donor darah tidak disarankan bagi mereka yang begadang di malam sebelumnya,” ujarnya.
  4. Perbanyak Minum. Tubuh terdiri dari cairan yang sebagian besar berwujud darah. Agar tidak dehidrasi saat mendonorkan darah, maka pendonor wajib untuk cukup minum. Saat berpuasa, waktu minum terbatas, jadi demi mencukupi kebutuhan cairan pendonor harus minum cukup di saat sahur dan sehabis berbuka puasa.

Fatwa MUI tentang Donor Darah saat Berpuasa

Donor darah saat puasa itu halal dan tidak membatalkan puasa berdasarkan Keputusan Fatwa MUI tanggal 24 Juli 2000 tentang ‘Hukum Donor Darah Bagi Orang yang Sedang Berpuasa’.

Puasa bukan halangan untuk melakukan donor darah selama tubuh dalam kondisi sehat. Donor darah itu menyehatkan dan dapat dilakukan saat puasa. Untuk itu, tidak ada alasan untuk ragu-ragu melakukan donor darah saat menjalani puasa.

Mari jadikan donor darah sebagai bagian dari ibadah di bulan Ramadhan kita.

Fatwa MUI tentang Donor Darah saat Berpuasa

Beri Komentar?

Mari berbagi ide dan opini ....

avatar
wpDiscuz